Mencapai taqwa di bulan ramadhan (Edisi lomba)

 

By : Aida Nuraini

Sahabat-sahabat muslimku, Alhamdulillah kita telah memasuki bulan Ramadhan. Tidak terasa puasa telah mencapai satu minggu sobat, belum ada yang bocorkan puasanya???  Ramadhan  bulan yang selalu dinantikan oleh segenap kaum muslimin di seluruh dunia karena keistimewaannya yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya.  Bulan Ramadhan bulan penuh keberkahan, bulan diturunkannya Al Qur’an, bulan ampunan, bulan kasih sayang, bulan doa, bulan taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan dari api neraka.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Ramadhan diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman agar dapat membersihkan diri dan menempa jiwa dalam keimanan yang bertujuan untuk mencapai taqwa. Seperti firman  Allah dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Tidak terasa ya sahabat, sudah beberapa kali kita melalui Ramadhan, sejak kecil hingga kini  dewasa.  Tetapi apakah kita yakin bahwa kita telah melalui Ramadhan sesuai dengan yang disyari’atkan? Sudahkah kita membersihkan diri dan menempa jiwa dengan sebaik-baiknya? Seberapa besarkah kita meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah?

Tentunya kita berharap semua itu sudah kita lakukan dengan sebaik-baiknya, walaupun bukan mustahil  ada sebagian orang yang melalui Ramadhan dengan sia-sia. Amal ibadahnya, bacaan Al Qurannya, zikirnya, dan doanya pun tidak bertambah, bahkan terkadang Ramadhan dijadikan tempat menambah dosa.

Betapa meruginya apabila kita melewati Ramadhan tanpa iman dan taqwa, karena kita bisa mendapatkan bulan Ramadhan namun setelah bulan Ramadhan berlalu tidak diampuni dosa-dosa kita dan tidak terbebas dari api neraka. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Maka Apa gunanya kita berada di bulan Ramadhan, apa gunanya kita berada di antara butiran-butiran mutiara, apa gunanya kita berada di antara emas-emas yang bertebaran di sekeliling kita, apabila ketika keluar dari Ramadhan namun tidak ada satupun emas permata yang kita bawa.

Sahabat-sahabat muslimku, disinilah perlu adanya evaluasi diri yang akan menjadi titik tolak dari upaya-upaya perbaikan yang harus dilakukan dalam menghadapi Ramadhan. Dalam hal ini bukan orang lain yang bisa menilai tetapi diri kita sendirilah yang bisa melakukannya, dan upaya perbaikan atas amalan-amalan yang akan dilakukan hendaknya sesuai dengan syari’at agama.

Sebagaimana anak panah yang dilepaskan dari busurnya, tentu saja anak panah tersebut tidak sembarang dilepaskan. Pasti ada target yang menjadi sasaran, dan keberhasilan menembus target inilah yang akan menjadi suatu pencapaian.  Penetapan target hendaknya disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan  dan bisa ditingkatkan terus menerus seiring berjalannya waktu. Demikian pula halnya dengan amalan-amalan yang akan kita jadikan target di bulan Ramadhan agar kita dapat melewati Ramadhan tidak dengan sia-sia.

Sahabatku sekalian yang dirahmati Allah, perkenankan saya sedikit berbagi ilmu tentang amalan-amalan yang dapat kita jadikan sebagai target selama bulan Ramadhan. Apa sajakah itu? Berikut adalah target-target yang in sya Allah dapat membimbing kita untuk mencapai taqwa kepada Allah Subhanahuwata’ala.

 

  1. Puasa

Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai taqwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَف الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, sebab orang yang berpuasa itu telah meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku’. Dan bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu Rabb-Nya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari aroma kasturi.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu].

 

 

  1. Sholat Tarawih

Sholat Tarawih (Qiyamul Ramadhan) merupakan salah satu sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari dan hanya dilakukan khusus pada bulan Ramadhan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wasallam menganjurkan untuk melakukan sholat Tarawih di awal malam yaitu setelah melaksanakan sholat Isya.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Barang siapa yang shalat malam pada Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosa yang lalu.” (HR. Bukhari No. 37 1904, 1905).

 

 

  1. Membaca Al Qur’an

Dari shahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

« اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه »

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804].

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk membaca Al-Qur`an dengan bentuk perintah yang bersifat mutlak. Sehingga membaca Al-Qur`an diperintahkan pada setiap waktu dan setiap kesempatan. Lebih ditekankan lagi pada bulan Ramadhan. Nanti pada hari Kiamat, Allah subhanahu wata’ala akan menjadikan pahala membaca Al-Qur`an sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, datang memberikan syafa’at dengan seizin Allah kepada orang yang rajin membacanya.

 

 

  1. Sedekah

Sedekah yang wajib dikeluarkan di bulan Ramadhan adalah zakat fitrah. Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan umat Islam baik laki-laki, perempuan, besar atau kecil, merdeka atau budak, tua dan muda, pada awal bulan ramadhan sampai menjelang idul fitri. Zakat fitrah dikeluarkan berupa makanan pokok  yang dibayarkan sebanyak 3,2 liter, atau 2,5 kg. Tujuan zakat fitrah adalah untuk membersihkan jiwa atau menyucikan diri dari dosa-dosanya dan memberikan makan bagi fakir miskin.

Selain zakat fitrah, banyak cara yang bisa dilakukan untuk bersedekah di bulan Ramadhan, seperti mengeluarkan zakat mal, mengeluarkan infak, memberi makan kepada orang yang berpuasa, terlebih lagi sedekah kepada anak yatim.

Jangan takut berkurang rezeki karena bersedekah. Karena sedekah itu akan meluaskan , melapangkan dan membuka pintu rezeki. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah dan bertambah“.

Allah SWT berfirman dalam QS. Saba ayat 39: “Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki“.

 

  1. Berterima kasih kepada “Ramadhan”

Setelah berterima kasih kepada Allah, kita juga berterima kasih kepada “Ramadhan”, karena telah dilatih oleh Allah sang Pencipta melalui Ramadhan untuk menjadi manusia yang berakhlak baik, lebih santun, dan bertata krama.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalau kalian sedang mengikuti program Ramadhan (berpuasa), maka janganlah kalian berbuat rafats (mengeluarkan perkataan kasar, keji, kotor) , fusuk (sentuh fisik dengan bukan muhrim), dan sahab (bertengkar). Kalau kalian diajak melakukan hal-hal maksiat tersebut, katakan “saya sedang berpuasa”. Satu bulan dalam Ramadhan kita dilatih dan dibiasakan berbuat seperti itu, maka seharusnya setelah melewati Ramadhan akan membentuk pribadi yang lebih baik.

Sahabat-sahabat muslimku, semua amal ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan in sya Allah akan mendapat pahala yang berlipat ganda.  Maka pastikan ibadah Ramadhan kita  dilakukan dengan niat hanya karena Allah Subhanahuwata’ala yang didasari panggilan iman dan semata-mata untuk meraih keridhaan Nya. Semoga kita semua dapat mencapai taqwa di bulan Ramadhan sebagaimana yang kita harapkan. Aamiin yaa Robbal’alamiin.

 

Bekasi, 2 Juni 2017.

Sumber :  berbagai sumber kajian Islam, Al Quran dan Hadits.

 

460 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *